VOIP DIAL-PEER 3 ROUTER TANPA VLAN

Pada postingan saya sebelumnya saya telah menulis bagaimana cara mengkonfigurasikan voip pada cisco packet tracer dengan konfigurasi nya masih menggunakan jaringan yang sama (satu network). Sekarang saya akan membuat konfigurasi voip dengan 3 router dan dengan network yang berbeda di setiap routernya, lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar topologi dibawah ini :

Ip address pada router 1 saya akan input 192.168.10.1/24 yang mengarah pada ip phone atau interface fa0/0.
Kemudian untuk ip address interface fa0/1 saya akan input 172.16.10.1/30.
Untuk ip address router 2 interface fa0/0 ip addressnya adalah 192.168.20.1/24 untuk interface fa1/0 yang terhubung dengan router 1 saya akan input 172.16.10.2/30 dan untuk interface fa0/1 yang terhubung dengan router 3 saya input ip addressnya 172.17.2.1/30.
Kemudian ip address router 3 saya akan inputkan ip address 192.168.30.1/24 untuk interface fa0/0 dan untuk interface fa0/1 ip addressnya adalah 172.17.2.2/30
Perangkat yang akan saya gunakan berdasarkan topologi diatas adalah :
1. Router 2811 sebanyak 3 buah
2. Switch 2960 sebanyak 3 buah
3. Ip phone 6 buah
4. Kabel Cross dan Kabel Straight

Poin yang harus diperhatikan saat konfigurasi adalah :
1. Konfigurasi ip pada tiap router
2. Konfigurasi dhcp pada tiap router
3. Konfigurasi Telephony-Service
4. Konfigurasi Dial-peer (menghubungkan dua atau lebih network yang berbeda)
5. Konfigurasi  routing static
6. Konfiguasi Switch
7. Pasang Power adapter pada semua ip phone
8. Cek koneksi (make a call)

Konfigurasinya adalah sebagai berikut :
  • Konfigurasi Router1
1. Konfigurasi ip 

Dalam konfigurasi ip address pilih interface yang akan dikonfigurasi kemudian masukan ip addressnya lalu ketikan perintah "no sh" (no shutdown) untuk mengaktifkan interface tersebut.

2. Konfigurasi dhcp dan telephony-service pada router1

Konfigurasi dhcp yang perlu diperhatikan adalah :
- ip dhcp pool voice ( perintah untuk masuk konfigurasi dhcp)
- network 192.168.10.0 255.255.255.0 (network ip router yang akan dijadikan gateaway)
- default-router 192.168.10.1 (alamat ip milik router1)
- option 150 ip 192.168.10.1 (Jumlah ip yang dibagikan dari server voip ke clien sebanyak 150 ip)
- ip dhcp excluded-address 192.168.10.1 (mengunci ip address agar tidak dibagikan ke client)
Konfigurasi telephony-service yang perlu diperhatikan :
- Telephony-service (perintah untk masuk konfigurasi Telephoony-service)
- ip source-address 192.168.10.1 port 2000 (sumbernya berasal dari ip 192.168.10.1 dan port 2000 adalah port yang digunakan untuk jalur Voip)
- Max-dn 2 (maksimal dial number adalah 2)
- Max-ephones 2 (maksimal ip phone adalah 2)
- auto assign 1 to 2 (otomatis pembagian dial number pada ip phone)
- ephone-dn 1 (ip phone 1)
- number 10 (nomor telepon yang akan tampil pada ip phone)
- ephone-dn 2 (ip phone 2)
- number 11 (nomor telepon yanga akan tampil pada ip phone)

3. Konfigurasi Dial-peer (menghubungkan dua atau lebih network yang berbeda) dan static routing pada router 1


Konfigurasi dial-peer pertama yang harus diperhatikan :
- dial-peer voice 1 voip (perintah untuk masuk konfigurasi dial-peer)

- destination-pattern 2. (tujuan dial number nya adalah dial number yang berawalan angka 2, arti dari titik satu adalah dial number yang berawalan angka 2 dengan jumlah number 2 digit angka (banyaknya nomor)
- session target ipv4:172.16.10.2 (akan diarahkan menuju alamat ip tersebut atau ip tujuannya)
Konfigurasirouting static yang perlu diperhatikan adalah :
- ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 172.16.10.2 (network tujuan, netmask, kemudian next hop atau gerbang untuk lewat)

Konfigurasi dial-peer yang ke dua, kenapa ada 2 dial-peer dalam satu router? karena kita akan menghubungkan 3 buah router yang berbeda network agar dapat saling melakukan make a call yang artinya setiap router akan memiliki 2 konfigurasi dial-peer.
- dial-peer voice 2 voip (perintah untuk masuk konfigurasi dial-peer)
- destination-pattern 3. (tujuan dial number nya adalah dial number yang berawalan angka 3, arti dari titik satu adalah dial number yang berawalan angka 3 dengan jumlah number 3 digit angka (banyaknya nomor)
- session target ipv4:172.17.2.2 (akan diarahkan menuju alamat ip tersebut atau ip tujuannya)
Konfigurasirouting static yang perlu diperhatikan adalah :
- ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 172.16.10.2 (network tujuan, netmask, kemudian next hop atau gerbang untuk lewat)
Setelah selesai memasukan ip route lakukan verifikasi

 Tanda S diatas menunjukan bahwa konfigurasi routing static telah berhasil dikonfigurasikan.

Baca juga : Voip di Cisco Packet Tracer Dengan 5 ip-phone
  • Konfigurasi Router2
1. Konfigurasi ip

Saat memasukan alamat ip pada router 2 terdapat 3 alamat ip  address yaitu untuk fa0/0, fa0/1, dan fa1/0, yang harus diperhatikan adalah :
- int fa0/0 (pilih interfacenya)
- ip address 192.168.20.1 255.255.255.0 (masukkan ip address dan subnetmasknya)
- no sh (mengaktifkan interface)
- int fa1/0 (pilih interfacenya)
- ip address 172.16.10.2 255.255.255.252 (masukkan ip address dan subnetmasknya)
- no sh (mengaktifkan inteface)
- int fa0/1(mengaktifkan interace nya)
- ip address 172.17.2.1 255.255.255.252 (masukkan ip address dan subnetmasknya)
- no sh (memngaktifkan interfcenya)

2. Konfigurasi dhcp dan telephony-service pada router2

 Konfigurasi dhcp yang perlu diperhatikan adalah :
- ip dhcp pool voice ( perintah untuk masuk konfigurasi dhcp)
- network 192.168.20.0 255.255.255.0 (network ip router yang akan dijadikan gateaway)
- default-router 192.168.20.1 (alamat ip milik router1)
- option 150 ip 192.168.20.1 (Jumlah ip yang dibagikan dari server voip ke clien sebanyak 150 ip)
- ip dhcp excluded-address 192.168.20.1 (mengunci ip address agar tidak dibagikan ke client)



Konfigurasi telephony-service yang perlu diperhatikan :
- Telephony-service (perintah untk masuk konfigurasi Telephoony-service)
- ip source-address 192.168.20.1 port 2000 (sumbernya berasal dari ip 192.168.20.1 dan port 2000 adalah port yang digunakan untuk jalur Voip)
- Max-dn 2 (maksimal dial number adalah 2)
- Max-ephones 2 (maksimal ip phone adalah 2)
- auto assign 1 to 2 (otomatis pembagian dial number pada ip phone)
- ephone-dn 1 (ip phone 1)
- number 20 (nomor telepon yang akan tampil pada ip phone)
- ephone-dn 2 (ip phone 2)
- number 21 (nomor telepon yanga akan tampil pada ip phone)

3. Konfigurasi Dial-peer (menghubungkan dua atau lebih network yang berbeda) dan static routing pada router2


Konfigurasi dial-peer pertama yang harus diperhatikan :
- dial-peer voice 3 voip (perintah untuk masuk konfigurasi dial-peer)
- destination-pattern 1. (tujuan dial number nya adalah dial number yang berawalan angka 1, arti dari titik satu adalah dial number yang berawalan angka 1 dengan jumlah number 2 digit angka (banyaknya nomor)
- session target ipv4:172.16.10.1 (akan diarahkan menuju alamat ip tersebut atau ip tujuannya)

Konfigurasi dial-peer yang ke dua, kenapa ada 2 dial-peer dalam satu router? karena kita akan menghubungkan 3 buah router yang berbeda network agar dapat saling melakukan make a call yang artinya setiap router akan memiliki 2 konfigurasi dial-peer.
- dial-peer voice 4 voip (perintah untuk masuk konfigurasi dial-peer)
- destination-pattern 3. (tujuan dial number nya adalah dial number yang berawalan angka 3, arti dari titik satu adalah dial number yang berawalan angka 3 dengan jumlah number 2 digit angka (banyaknya nomor)
- session target ipv4:172.17.2.2 (akan diarahkan menuju alamat ip tersebut atau ip tujuannya)



Konfigurasirouting static yang perlu diperhatikan adalah :
- ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 172.16.10.1 (network tujuan, netmask, kemudian next hop atau gerbang untuk lewat)
- ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 172.17.2.2 (network tujuan, netmask, kemudian next hop atau gerbang untuk lewat)
Setelah selesai memasukan ip route lakukan verifikasi

 Tanda S diatas menunjukan bahwa konfigurasi routing static telah berhasil dikonfigurasikan.
  
  • Konfigurasi Router3
 1. Konfigurasi ip 


Dalam konfigurasi ip address pilih interface yang akan dikonfigurasi kemudian masukan ip addressnya lalu ketikan perintah "no sh" (no shutdown) untuk mengaktifkan interface tersebut.

2. Konfigurasi dhcp dan telephony-service pada router3


Konfigurasi dhcp yang perlu diperhatikan adalah :
- ip dhcp pool voice ( perintah untuk masuk konfigurasi dhcp)
- network 192.168.30.0 255.255.255.0 (network ip router yang akan dijadikan gateaway)
- default-router 192.168.30.1 (alamat ip milik router1)
- option 150 ip 192.168.30.1 (Jumlah ip yang dibagikan dari server voip ke clien sebanyak 150 ip)
- ip dhcp excluded-address 192.168.30.1 (mengunci ip address agar tidak dibagikan ke client)
 Konfigurasi telephony-service yang perlu diperhatikan :
- Telephony-service (perintah untk masuk konfigurasi Telephoony-service)
- ip source-address 192.168.30.1 port 2000 (sumbernya berasal dari ip 192.168.30.1 dan port 2000 adalah port yang digunakan untuk jalur Voip)
- Max-dn 2 (maksimal dial number adalah 2)
- Max-ephones 2 (maksimal ip phone adalah 2)
- auto assign 1 to 2 (otomatis pembagian dial number pada ip phone)
- ephone-dn 1 (ip phone 1)
- number 30 (nomor telepon yang akan tampil pada ip phone)
- ephone-dn 2 (ip phone 2)
- number 31 (nomor telepon yanga akan tampil pada ip phone)
3. Konfigurasi Dial-peer (menghubungkan dua atau lebih network yang berbeda) dan static routing pada router3
 Konfigurasi dial-peer pertama yang harus diperhatikan :
- dial-peer voice 5 voip (perintah untuk masuk konfigurasi dial-peer)
- destination-pattern 1. (tujuan dial number nya adalah dial number yang berawalan angka 1, arti dari titik satu adalah dial number yang berawalan angka 1 dengan jumlah number 2 digit angka (banyaknya nomor)
- session target ipv4:172.16.10.1 (akan diarahkan menuju alamat ip tersebut atau ip tujuannya)

Konfigurasi dial-peer yang ke dua, kenapa ada 2 dial-peer dalam satu router? karena kita akan menghubungkan 3 buah router yang berbeda network agar dapat saling melakukan make a call yang artinya setiap router akan memiliki 2 konfigurasi dial-peer.
- dial-peer voice 6 voip (perintah untuk masuk konfigurasi dial-peer)
- destination-pattern 2. (tujuan dial number nya adalah dial number yang berawalan angka 3, arti dari titik satu adalah dial number yang berawalan angka 2 dengan jumlah number 2 digit angka (banyaknya nomor)
- session target ipv4:172.17.2.1 (akan diarahkan menuju alamat ip tersebut atau ip tujuannya)
 Konfigurasirouting static yang perlu diperhatikan adalah :
- ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 172.17.2.1 (network tujuan, netmask, kemudian next hop atau gerbang untuk lewat)
- ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 172.17.2.1 (network tujuan, netmask, kemudian next hop atau gerbang untuk lewat)
Setelah selesai memasukan ip route lakukan verifikasi


 Tanda S diatas menunjukan bahwa konfigurasi routing static telah berhasil dikonfigurasikan.

4. Konfigurasi Switch1, 2, 3


Konfigurasi yang harus diperhatikan dalam mengkonfigurasi switch adalah :
-int range fa0/1-24 (mengambil fa dari range 1-24)
-sw voice vlan 1 (masuk kedalam akses voice vlan 1)

  
5. Pasangkan power adapter pada semua ip phone




Pasangkan power adapter dengan cara drop&drag power adapter yang ada diluar perangkat dan masukan kedalam konektor perangkat ip phone, maka lampu indikator ip phone yang terhubung dengan sswitch pada topologi dial-peer akan berwarna hijau. Dari gambar diatas terlihat bahwa setelah power adapter terpasang maka ip phone akan melakukan request ip address ke router kemudian setelah mendapat ip address maka akan lanjut request dial number, jika konfigurasi pada router benar maka akan muncul dial numbernya, jika belum muncul dial numbernya cek kembali satu-satu konfigurasi pada router. Setelah selesai konfigurasi semuanya saat nya melakukan tes atau pengecekan make a call dari ip phone yang berbeda network.

8. Cek koneksi (make a call)

Saya mencoba cek koneksi dari ip phone router1 yang mempunyai dial number 10 make a call kepada salah satu ip phone phone router2 yang mempunyai dial number 20. Status pemanggilan dari DN 10 adalah "ring out" sedangkan status penerima panggilan yaitu DN 20 adalah "from 10".



Setelah telepon tersebut dijawab oleh DN 20 maka status kedua ip phone adalah "connected".



Saya mencoba cek koneksi dari ip phone router2 yang mempunyai dial number 21 make a call kepada salah satu ip phone phone router3 yang mempunyai dial number 31. Status pemanggilan dari DN 21 adalah "ring out" sedangkan status penerima panggilan yaitu DN 31 adalah "from 21".


Setelah telepon tersebut dijawab oleh DN 31 maka status kedua ip phone adalah "connected".

Pada saat melakukan make a call antara ip phone yang ada di router 1 ke 3 ternyata ada masalah yaitu unknow number yang bisa diatasi dengan menambahkan routing statis dari router 1 ke network router 3, karena yang tersambung langsung dengan router 1 adalah router 2, maka untuk menyambungkan router 1 ke router 3 harus dibuat routing static juga. Jadi didalam router 1 dan 3 terdapat 3 routing statis.
Tambahan untuk routing statis router 1 adalah
Tambahan routing statis untuk router 3 adalah



Setelah menambahkan iproute pada router 1 dan router 3 maka ip phone pada router 1 dapat melakukan panggilan ke ip phone yang ada di router 3 ataupun sebaliknya.


Selamat konfigurasi voip dial-peer 3 router tanpa vlan telah berhasil...Sekian semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan para pembaca.





Kesimpulan :
1. Konfigurasi voip dial-peer adalah konfigurasi voip yang berbeda network agar dapat saling terhubung dan melakukan panggilan atau make a call.
2. Dalam pengkonfigurasian voip dial-peer harus memperhatikan poin-poin konfigurasi ip address, konfigurasi dhcp, konfigurasi telephony-service, konfigurasi dial-peer, konfigurasi routing static, dan konfigurasi pada switch, jangan lupa memasangkan power adapter pada ip phone.

Share:

Installasi XAMPP 7.2.14


XAMPP adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan Perl. Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam GNU General Public License dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat melayani tampilan halaman web yang dinamis. Setelah download file XAMPP 7.2.14 di sini. Langkah istallasi nya adalah sebagai berikut :
1.

2.

3. Pilih folder penyimpananny.

4.

5.


6. Tunggu proses installsi selesai.




7. Finish

8. Pilih bahasa.

9. Selesai installasi, buka aplikasi XAMPP

Pada gambar diatas muncul peringatan bahwa port 433 telah digunakan oleh VMWARE karena di laptop saya lebih dahulu menginstal VMWARE, untuk mengganti port pada VMWARE nya ikuti langkah-langkah berikut:


Buka aplikasi VMware kemudian klik menu edit>>preferences>>shared Vms>>change settings kemudian ubah yang tadinya 443 menjadi 4430 kemudian klik ok. Selain langkah ini ada lagi cara lainny untuk merubah portnya yaitu langsung ke settingan pada XAMPP nya yaitu dengan membuka aplikasi XAMPP kemudian pada apache klik config>>apache httpd-ssl.conf.



Lalu ubah port listen yang tadinya 443 menjaadi 4430, setelah diedit kemudian disave.

Jalankan kembali aplikasi XAMPP dan klik start pada apache dan mysql.

Status Apache dan Mysql telah running, kemudian kita buka web browser dan pastikan localhost laptop kita telah berjalan. Lalu isi url di web browser dengan alamat "localhost" (tanpa tanda petik).


Cek juga untuk phpmyadminnya

Selesai install aplikasi XAMPP telah berhasil, semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan..







Kesimpulan :
1. Jika pada saat selesai proses penginstalan XAMPP dan kemudian akan mensatart Apache dan Mysql terdapat peringatan port 433 telah digunakan maka langkah yang harus diambil adalaha dengan merubah portnya  (optional) dari contoh diatas saya merubahnya menjadi port 4330 dan akhirnya Apache dan Mysql bisa di start dan dirunningkan, cara pengetesannya adalah dengan memasukan "localhost" pada url web browser maka akan muncul bahwa localhost laptop kita telah terinstal.



Referensi:
- https://id.wikipedia.org/wiki/XAMPP
Share:

VOIP DI CISCO PACKET TRACER DENGAN 5 IP PHONE

Untuk pengertian voip bisa dilihat pada postingan sebelumnya klik disini. Voip juga dapat diartikan sebagai sistem yang menggunakan jaringan internet untuk mengirimkan paket suara dari satu tempat ketempat yang lainnya menggunakan perantara protokol IP. Topologi VOIP yang akan kita buat sperti gambar dibawah ini :

Gambar diatas lampu indikator dari setiap perangkat yang terhubung masih berwarna merah karena belum dikonfigurasi sama sekali.

Sekarang kita akan mencoba konfigurasi voip di cisco packet tracer dengan 5 ip phone, dengan alat dan bahan sebagai berikut :
1. PC/Laptop
2. Aplikasi Cisco Packet Tracer
3. Router 2811
4. Switch 2960
5. Ip Phone

Langkah kerjanya adalah :
1. Input IP address pada router
2. Konfigurasi DHCP
3. Konfigurasi Telephony-Service
4. Konfigurasi Switch
5. Pasang Power Adapter pada masing-masing ip phone
6. Cek koneksi (make a call)

Cara mengkonfigurasinya adalah sebagai berikut sesuai dengan urutan dari langkah kerja :
1. Input IP address pada Router
Kenapa kita menggunakan router 2811 bukan router type lain? karena hanya di router 2811 yang terdapat fitur untuk voip (telephony-service).


perintah untuk input ip address nya adalah pilih dulu interface yang akan kita input ip address nya, disini interface yang akan diinput ip address nya adalah interface 0/0 maka perintahnya adalah:
int fa0/0
kemudian input ip address nya
ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
no sh
maksud dari perintah no sh adalah untuk mengaktifkan interface 0/0 karena defaultnya interface pada router adalah off (mati). Setelah mengaktifkan interface maka status interface akan "up".
Setelah input ip address maka langkah selanjutnya adalah veerifikasi atau melakukan pengecekan apakah ip address yang telah kita input sukses terdapat pada table router dengan cara perintah "sh ip int br" pada menu privilledge, jika verifikasi dilakukan pada menu konfigurasi global maka harus ditambahkan dengan perintah do "do sh ip int br". Ingat 3 mode dalam konfigurasi mode user dengan tanda ">" mode privilledge dengan tanda "#" kemudain mode konfigurasi global dengan tanda (config), seperti gambar dibawah ini :




Hasilnya sukses ip yang telah kita input telah masuk kedalam table routing.


2. Konfigurasi DHCP pada router
 
Perintah untuk setting DHCP adalah
ip dhcp pool voice (untuk masuk dalam menu dhcp-config)
network 192.168.1.0 255.255.255.0 karena network dari 192.168.1.1 adalah 192.168.1.1
default-router 192.168.1.1 (default-router diisi dengan alamat ip punya router itu sendiri atau dalam artian alamat ip yang telah kita input di interface0/0)
option 150 ip 192.168.1.1 (jumlah maximal untuk ip yang dibagikan atau didhcpkan untuk client ada 150)
ip dhcp excluded-address 192.168.1.1 (exxluded-address adalah perintah yang berfungsi untuk mengunci alamat ip router agar tidak dibagikan keclient agar tidak terjadi collision atau tabarakan ip address) 

3. Konfigurasi telephony-service

telephony-service (perintah untuk masuk dalam konfigurasi telephony-service)
ip source-address 192.168.1.1 port 2000 (ip source adalah alamat ip address sumber yaitu alamat ip router, port 2000 adalah port yang digunakan untuk voip)
max-dn 5 (jumlah maksimal dial numbernya adalah 5)
max-ephones (jumlah maksimal telephone nya adalah 5 perangkat (ip phone)
auto assign 1 to 5
auto aasign 2 to 6 (perintah untuk mengotomatiskan pembagian nomor telephone pada tiap ip phone)
ephone-dn 1 (ip phone yang ke 1 untuk yang ke 2-5 tinggal mengganti angka belakanggnya saja)
number 11111 (dengan number atau dial numbernya 11111 untuk dial number optional)

4. Konfigurasi Switch

Masuk ke menu cli pada switch kemudian enter "en" atau enable unutk pindah dari mode user ke mode privilledge, kemudian conf t (configurasi terminal) untuk pindah dari mode privilledge ke mode konfigurasi global.

5. Pasang Power Adapter pada masing-masing ip phone

Gambar physical ip phone diata adalah gambar sebelum power adapter ip phone yang belum dipasang yang artinya ip phone tersebut dalah kondisi off, cara memasangnya adalah dengan cara drag&drop power adapter, drag power adapternya kemudian drop ke konektor power adapternya.

Power adapter telah terpasang. Setelah power adapter terpasang maka kita buka tab GUI nya. Muncul nomor indentitas ip phone 1 yaitu 11111.


Setelah power adapter terpasang maka ip phone akan melakukan request ip address ke server setelah mendapatkan alamat ip maka ip phone akan mendapatkan dial number (nomor telephone). Status pada router juga terdapat update pemberitahuan bahwa telephony 1 teleh berhasil teregistrasi.


Lakukan pemasangan untuk power adapter pada ip phone 2-5 dan cek seperti langkah diatas.

6. Cek koneksi (make a call) 
Setelah semua telephone ip telah mendapatkan ip dan dial number maka kita tinggal melakukan pengetesan dengan make a call pada tiap ip phone.


Kita akan melalukan pemanggilan (make a call)  dari ip phone 1 yang mempinyai dial number 11111 ke ip phone 4 yang mempunyai dial number 22222, status ip phone 1 yang akan melakukan pemanggilan ke ip phone 4 statusnya adalah "ring out". Sedangkan di ip phone 4 statusnya adalah panggilan masuk "from11111". Setelah telephone dari ip phone 1 ke ip phone 4 di jawab maka statusnya akan berganti menjadi "connected"


Status connected maka konfigurasi Voip yang telah kita lakukan telah berhasil.
Sekian semoga bermanfaat dan manambah wawasan.







Kesimpulan :
1. Dalam konfigursi konfigurasi dhcp pool pastikan ip dhcp excluded jangan sampai tertinggal karena fungsi dhcp excluded address adalah untuk mengunci ip address router tidak dibagikan ke client mencegah collision.
2. Topologi setelah konfigurasi voip berhasil dikonfigurasi seperti gambar dibawah ini
 Lampu indikator berwarna hijau semua yang artinya semua perangkat terhubung dengan baik.
3. Status ip phone pada saat menelphone adalah ring out dan status telephone pada saat telah terkoneksi dengan telephone lain adalah "connected".



Share:

RIP VERSION 1 DI CISCO PACKET TRACER

 


Gambar diatas adalah topologi RIPv1 yang akan dikonfigurasi, menggunakan 4 router PT dan 4 laptop sebagai client.


Pengenalan Roting Dinamis
Router Dinamis adalah router yang mengikuti jalur yang dibentuk secara otomatis oleh router itu sendiri sesuai dengan konfigurasi yang dibuat.
Routing Dinamis merupakan protokol yang digunakan untuk menemukan network serta untuk melakukan update routing table pada router.
Macam-macam protokol routing dinamis :
1. RIP
2. OSPF
3. EIGRP
4. BGP

Pengenalan routing RIP
RIP merupakan routing information protokol yang memeberikan routing tabel berdasarkan  router yang terhubunng langsung, kemudian router selanjutnya akan memberikan informasi router selanjutnya yang terhubung langsung. Informasi yang diperlukan oleh RIP yaitu : Host, Network, Subnet, Rute default.
RIP dibagi menjadi 2 bagian yaitu RIPv1 dan RIPv2. Karakteristik RIPv1 adalah sebagai berikut :
1.  Distance Vector Routing Protocol
Protokol routing ini akan menggunakan jarak sebagai paramaeter untuk menetukan nilai metric. Jarak dihitung dari router pemberi informasi paket updatae RIP ke router penerima. Dalam menghitung nilai jarak digunakan satuan hop count atau berapa banyak router yang dilewati oleh paket update RIP sampai paket tersebut sampai kerouter penerima.
2. Menggunakan Metric yaitu hop count
Maximal hop count adalah 15, 16 dianggap sebagai unreachable (paket tidak dikenali dan dibuang).
3. Mengirimkan update periodic setiap 30 secend.
4. Packet update RIP yang dikirimkan berjenis UDP dengan nomor port 520.
5. Mempunyai AD 120. 
6. Mengirimkan update secara broadcast ke 255.255.255.255
Broadcast untuk mengirimkan request agar mengetahui network yang dimiliki oleh router lawan dengan mengirimkan paket request menggunakan alamat ip 255.255.255.255.

Cara kerja RIP
Ketika protokol routing RIP diaktifkan pada sebuah perangkat router, RIP akan langsung bekerja dalam mengumpulkan informasi rute tentang alamat network lawan. Terdapat paket yang secara dibuat oleh protokol routingRIP, nama dari paket tersebut adalah packet "request". Dengan menggunakan paket request RIP akan meminta alamat network yang dimiliki oleh router lawan. RIP versi 1 akan menggunakan alamat ip 255.255.255.255 untuk mengirimkan request ke router lawan. Balasan yanga akan diberikan oleh router lawan ketika menerima paket "request" adalah dengan mengirimkan paket "response"(memberikan semua informasi rute yangterdapat dalam tabel routing, memilih alamat network yang belum terdapat dalam daftar informasi rute dalam tabel routing kemudian akan mencatatkan alamat network tersebut kedalam tabel routing).
 

Konfigurasi Routing Dinamis RIPv1
Langkah-langkah pada saat mau mengkonfigurasi adalah :
1. Tambahkan NIC pada interface setiap router.
Karena defaultnya router pt hanya mempunyai 2 NIC maka ke 4 router tersebut harus ditambah NIC. Cara menambahkannya seperti gambar dibawah ini :



Untuk mengganti atau menambah NIC kita hanya double klik pada routernya kemudian ke tab menu physical drag&drop jenis NIC dalam module PT-ROUTER-NM-1CFE sebelum drag&drop pastikan power dalam keadaan off setelah ditambahkan NIC nya hidupkan kebali router dengan klik tombol on. Hasilnya adalah

 Gambar on-off router

Hasil dari penambahan NIC,

2. Memberikan alamat ip pada setiap interface router.
a. Memberi ip pada R1



Ip address untuk interface0/0 adalah 192.168.2.1 dengan subnetmask 255.255.255.0

Ip address untuk interface1/0 adalah 10.10.1.2 dengan subnetmask 255.255.255.0
Ip address untuk interface6/0 adalah 10.10.3.1 dengan subnetmask 255.255.255.0
b. Memberi ip pada R2

Ip address untuk interface0/0 adalah 192.168.4.1 dengan subnetmask 255.255.255.0

Ip address untuk interface1/0 adalah 10.10.3.2 dengan subnetmask 255.255.255.0
Ip address untuk interface6/0 adalah 10.10.4.1 dengan subnetmask 255.255.255.0
c. Memberi ip pada R3

Ip address untuk interface0/0 adalah 192.168.3.1 dengan subnetmask 255.255.255.0
Ip address untuk interface1/0 adalah 10.10.2.2 dengan subnetmask 255.255.255.0
Ip address untuk interface6/0 adalah 10.10.4.2 dengan subnetmask 255.255.255.0
d. Memberi ip pada R4
Ip address untuk interface0/0 adalah 192.168.1.1 dengan subnetmask 255.255.255.0
Ip address untuk interface1/0 adalah 10.10.1.1 dengan subnetmask 255.255.255.0
Ip address untuk interface6/0 adalah 10.10.2.1 dengan subnetmask 255.255.255.0 
Setelah selesai konfigurasi ip pada tiap router jangan lupa untuk verifikasi dengan perintah "sh ip int br" untuk memastikan kembali bahwa alamat ip yang telah kita konfigurasi ada pada table routing.
3. Mengaktifkan protokol routing RIPv1 pada masing-masing interface router.
a. Mengaktifkan RIPv1 pada R1
Gambardiatas adalah konfigurasi untuk menagktifkan RIPV1 pada router satu dengan perintah "router rip", dan memasukan semua network yang terhubunng langsung dengan router tersebut. 
b. Mengaktifkan RIPv1 pada R2
 c. Mengaktifkan RIPv1 pada R3
 d. Mengaktifkan RIPv1 pada R4
4. Verifikasi RIPv1 
Verifikasi untuk memastikan bahwa konfihgurasi RIPv1 yang telah dibuat berhasil masuk ke dalam table router adalah dengan cara mengetikan perintah " sh ip route ", hasilnya seperti gambar dibawah ini :
 
5. Konfigurasi ip pada client 
a. Konfigurasi pada client 1

b. Konfigurasi pada client 2

c. Konfigurasi pada client 3

d. Konfigurasi pada client 4 

6. Cek Koneksi
Cek koneksi setelah konfigurasi selesai bisa dilakukan dengan "ping" antar client atau dengan pengiriman PDU.
Gambar diatas adalah tes koneksi dengan PDU peertama kali mengirim paket failed karena masih perkenalan atau mencari jalur atau adjacency, kemudian keterangan status dibawahnya adalah successfull yang artinya antar client teah terkoneksi dengan baik dan benar.


Gambar diatas adalah cek koneksi menggunakan "ping". Langkahnya double klik client (laptop) klik tab menu desktop lalu cmd kemudian cek alamat ip "ipconfig" maka akan muncul alamat ipnya 192.168.2.2 kemudian cek koneksi ke alamat ip 192.168.3.2 "ping 192.168.3.2" hasilnya adalah Reply yang artinya koneksi antara clien dengan ip 192.168.2.2 terhubung dan bisa saling berkirim data atau paket dengan cliet yang beralamat ip 192.168.3.2.
Sekian konfigurasi RIPv1 4 Router dengan aplikasi simulasi Cisco Packet Tracer semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan.



Kesimpulan :
1. Routing Dinamis adalah routing yang memilih rute atau jalur sendiri untuk mengirimkan paket kealamat tujuan.
2. Untuk mengaktifkan roouting dinamis protokol RIPv1 perintahya adalah "router rip", kemudian input semua network yang terhubung langsung dengan router.
3. Upadate paket dilakukan secara periodik setiap 30 second.
4. Sebelum konfigurasi atau mengaktifkan RIPv1 pastikan bahwa setiap interface router telah memiliki  alamat ip.
 
 
 
 
Referensi :
-Routing dan Cisco Mikrotik (kukuh nugroho, tahun 2016)
-Cisco Kungfu (aristo, tahun 2018)
-Modul pembelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan SMK (sapto wiyono, tahun 2018)
 
 
 
Share:
Batman Begins Background

Postingan Populer

ABOUT ME

ENDAH SARAH WANTY
Hanya seorang alumni Sarjana Teknik Informatika. Sekarang sedang fokus menikmati hidup sambil mengisi waktu untuk ngeblog dan berharap ilmunya dapat bermanfaat untuk banyak orang. 

Recent Posts