-
HAPUS TAUTAN GOOGLE PLUS PADA BLOG
This blog contains about how to delete the google plus link on the blog
-
ROUTING DINAMIS RIP
This blog contains configuration in the Cisco packet tracer applicationThis blog page contains how to configure RIPv1 dynamic routing on Cisco Packet Tracer network simulation applications
-
VOIP ON WINDOWS
This blog page contains how to configure VOIP on Windows using Axon PBX and X-lite which are still in one network
-
Routing Static With 4 Router
This blog page contains how to configure Static Routing with 4 Routers on Cisco Packet Tracer Applications
-
Inter VLAN Routing
Inter vlan routing to connect 2 different VLAN
-
Install Debian In Virtual Box
This blog page contains how to install debian in a virtual box
-
VOIP on Cisco Packet Tracer
This blog page contains how to voip configuration with 5 ip phones
-
VOIP on Cisco Packet Tracer
This blog page contains how to voip configuration with 5 ip phones
-
VOIP on Cisco Packet Tracer
This blog page contains how to voip configuration with 5 ip phones
INTER VLAN ROUTING
TRUNK VLAN DI CISCO PACKET TRACER
TRUNK VLAN DI CISCO PACKET TRACER
2. Verifikasi vlan id dan nama id yang telah kita buat pada database switch dengan perintah "sh vlan" di mode privilleged configuration.
3. Pemilihan anggota port yang akan menjadi bagian vlan 10 dan vlan 20
Port 1 dan 2 sebagai anggota vlan 10
Port 3 dan 4 sebagai anggota vlan 20
4. Verifikasi dengan cara ketikan perintah " sh vlan" di mode privilleged configuration
Hasil verifikasi menunjukan bahwa vlan 10 meliki anggota port 1 dan 2 kemudian vlan 20 memiliki anggota port 3 dan 4. Selesai konfigurasi switch kedua tinggal melakukan pengisian ip dan pengetesan konektifitas.
ip pada pc 1 switch 2 kemudian ip untuk pc yang kedua vlan 10 adalah 192.168.10.13
ip pada pc 1 switch 2 kemudian ip untuk pc yang kedua vlan 20 adalah 192.168.20.23
7. Tes konfigurasi vlan yang ada pada switch satu dengan cara mengirimkan simple pdu.
Konfigurasi Vlan pada switch 2 telah sukses dilakukan
8. konfigurasi Trunk Vlan pada Switch 1 dan 2 serta verifikasi
9. Konfigurasi pada kedua switch untuk menggabungkan kedua switch dengan perintah trunk seperti pada gambar dibawah ini.
10. Lakukan pengetesan koneksi pada masing-masing vlan dengan pengiriman PDU pada vlan yang sama namun berbeda switch. Hasilnya seperti gambar dibawah ini.
Sekian untuk konfigurasi Trunk Vlan pada Cisco Packet Taracer, semoga bermanfaat dan menambah wawasan.
Kesimpulan :
1. Pembuatan Trunk Vlan dengan menggunakan 2 buah switch dan nama vlan nya adalah vlan 10 dengan 2 anggota berada di switch 1 dan 2 anggotanya lagi berada di switch 2 begitupun untuk anggota vlan 20.
2. Untuk mengoneksikan antar switch menggunakan kabel cross dan port yang dipilih untuk mode trunk adalah port 24 di masing-masing switch. Perintah untuk trunk vlan adalah "int fa0/24">> "sw mo trunk".
3. Pengetesan koneksi anatara satu vlan berbeda switch dilakukan dengan mengirimkan Simple PDU dan statusnya sukses untuk koneksi antar dua buah vlan yang berbeda masih tetap failed.
KONFIGURASI VLAN PADA CISCO PACKET TRACER
KONFIGURASI VLAN PADA CISCO PACKET TRACER
Gambar diatas adalah pengaturan Ip Address pada PC VLAN 3.
Gambar diatas adalah pengaturan Ip Address pada Laptop VLAN 30.
12. Setelah selesai memasukan alamat Ip pada masing-masing Client disetiap VLAN kemudian lakukan pengetesan koneksi. Bisa melalui CMD dengan perintah ping "alamat ip" atau dengan cara melakukan pengiriman Simple PDU dan hasilnya akan seperti gambar dibawah ini.
Konfigurasi VLAN telah sukses dilakukan, ditandai dengan status sukses pada pengiriman satu vlan yang sama dan gagal atau failed dalam pengiriman berbeda VLAN.
Sekian mengenai konfigurasi VLAN pada Cisco Packet Tracer, Semoga bermanfaat dan menambah wawasan.
Kesimpulan :
1. Ada beberapa mode configurasi dalam Cisco diataranya ada Mode User Configuration, Mode Privilleged Configuration, dan Mode Global Configuration.
2. Pada Database Switch ada 5 VLAN yang menjadi VLAN default, VLAN 1, VLAN 1002, VLAN 1003, VLAN 1004, dan VLAN 1005.
3. Konfigurasi saat pemilihan port yang menjadi anggota VLAN harus sesuai pada saat kita mengoneksikan kabel pada Clien ke Switch untuk mencegah terjadiny kesalahan pada saat konfigurasi di Switch.



























































